“DATA GOLONGAN DARAH PENDUDUK INDIKATOR KE 13 PIS PK UPT PUSKESMAS RAWAT INAP ALABIO, SABAGAI DATABASE PEMBENTUKAN UKM BARASA BADANGSANAK”

Sesuai Permenkes no 39 tahun 2016 tentang Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK). Di UPT Puskesmas Alabio telah berjalan sesuai yang direncanakan. Seperti yg di jelaskan oleh Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio H. Danu F. Fotohena, SKM, Kegiatan ini diawali dari pelatihan tenaga Tim surveyor, admin juga supervisor pada bulan April 2017 kemarin di Bapelkes Propinsi Kalsel. Sebagai tindak lanjutnya pada bulan Mei sd Juli dilaksanakan berbagai macam sosialisasi kepada lintas Sektor dan Lintas Program Tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Pelatihan replikasi tenaga surveyor juga terus di laksanakan, sehingga bertambah dari 3 tenaga surveyor sekarang menjadi 13 orang surveyor target akan ada 150 tenaga surveyor sampai akhir 2018.
Danu juga menargetkan penambahan desa lokus PIS PK yang semula 1 desa bertambah menjadi 11 desa lokus atau 35% dari jumlah desa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio pada tahun 2017 ini. Dan di 2018 semua desa diwilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio yang berjumlah 33 desa sudah melaksanakan program PIS PK.
Danu menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan langsung petugas kelapangan atau door tu door, dimana petugas puskesmas (yang terdiri dari Perawat, petugas Gizi, Sanitarian, Bidan Desa, dan ahli kesehatan Masyarkat ) mengetuk pintu rumah penduduk, untuk menanyakan keadaan kesehatan seluruh anggota keluarga dengan panduan Formulir Survey dan 12 indikator kesehatan keluarga. Jika ada ditemukan keluarga dengan masalah kesehatan maka akan langsung di intervensi awal berupa pemeriksaan kesehatan, konseling dan bimbingan kesehatan.
12 Indikator Kesehatan tersebut adalah :
‌Keluarga mengikuti Keluarga Berencana
‌Ibu melakukan persalinan di Fasilitas Kesehatan
‌Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
‌Bayi mendapat Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif
‌Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
‌Penderita Tuberkulosis mendapatkan pengobatan sesuai standar
‌Penderita hypertensi melakukan pengobatan secara teratus
‌Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan
‌Anggota keluarga tidak ada yang merokok
‌Keluarga sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional
‌Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
‌Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat
Sebagai Indikator ke 13 yg merupakan muatan lokal adalah :
‌Keluarga mempunyai data golongan Darah
Data golongan darah ini diperlukan sebagai dasar pembentukan Bank Darah Desa Berbasis Data Golongan Darah Penduduk.
Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio, H. Danu juga menjelaskan, sesuai jadwal pada Bulan Agustus pelaksanaan PIS PK dengan Lokus ds Rantu Karau Tengah Kec. Sei Pandan sebgai pilot project sdh selesai dilaksanakan. Didapatkan data kesehatan dari 186 KK dengan jumlah penduduk yang di intervensi awal sebnyak 766 penduduk. Indeks Keluarga Sehat (IKS) yang ditemukan adalah sebanyak 33% berada pada katagori Tidak Sehat, 58% Pra Sehat, dan hanya 9 % dikatagorikan sebagai Keluarga Sehat.
Tingginya angka Keluarga Tidak Sehat dan Pra Sehat di desa Lokus terutama atau terbanyak disebabkan:
‌Ditemukan kebiasaan merokok pd anggota keluarga
‌Ditemukan bayi tidak diberikan ASI Eksklusif
‌Ditemukan keluarga tidak memiliki dan tidak memggunakan jamban sehat
‌Ditemukan keluarga tidak memiliki sarana air bersih
‌Ditemukan keluarga tidak memiliki kartu JKN
‌Ditemukan keluarga tidak memiliki Data Golongan Darah
Intervensi awal sudah dilaksanakan pada saat pengumpulan data, berupa konseling, edukasi ,bimbingan dan pemeriksaan kesehatan, selanjutnya akan dilaksanakan intervensi lanjutan berupa Rujukan dan advokasi dan koordinasi dengan sektor lain yg terkait.
Pada Hari Kamis tanggal 24 Agustus 2017 kemaren, Kegiatan PIS PK di UPT Pusksmas Rawat Inap Alabio mendapat kunjungan dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK ) Badan PPSDM Kementrian Kesehatan drg Helmawaty Hamid di dampingi Kabid Kesmas, Kabid Yankes & SDK, Kasi Kesga Gizi Dinkes Kab. HSU. Pada kesempatan tsb beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yg tinggi kepada UPT Puskesmas Alabio yang telah melaksanakan program PIS PK dengan baik dan sesuai jadwal lengkap dengan perhitungan IKS nya.
” Saya sangat mengapresiasinya kepada Kepala UPT, karena telah membuat indikator kesehatan keluarga yang ke 13 yaitu data golongan darah setiap penduduk sebagai data base Bank Darah Desa, ini sangat inovatif sekali ” kata drg Helma
Data Golongan Darah Penduduk sangat diperlukan Sebagai langkah awal pembentukan Bank Darah Desa Berbasis Data Golongan Darah Penduduk yang juga merupakan Proyek Perubahan Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio Kec. Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara sekaligus sebagai Project Leadernya adalah H. Danu F. Fotohena, SKM.
“Perencanaan selanjutnya pada tahun 2018 semua desa atau 33 desa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Alabio sudah melaksanakan pendataan / Survey Keluarga Sehat dalam rangka PIS PK sehingga IKS Kecamatan bisa terlihat guna merencanakan Intervensi lebih lanjut ” jelas Danu.
” UPT Pusksmas Rawat Inap Alabio Bergerak Semakin Mantap…itu motto kami ” tambahnya..

Wassalam

By. H.Danu

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: