Remaja, Narkoba

Malam Senin nonton ngelaba
Bikin hati jadi ceria
Jangan kamu dekati narkoba
Kalau tak ingin mati sia-sia

Bekantan makan buah mangga
Rusa makan daun pepaya
Kalau kamu dekati narkoba
Tuhan murka, diri sengsara

By. Lina Selvia, Alabio

 

Apa sih narkoba itu ?
Narkoba merupakan akronim dari Narkotika, Obat-obatan terlarang dan zat adiktif lainnnya. Atau dengan pengertian lain sebagai semua zat yang dapat mempengaruhi cara kerja pikiran, perasaandan kehendak manusia. Istilah lain yang dikenalkan oleh Depkes RI adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman,baik sintetis maupun semi sentitis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampaimenghilangkan rasanyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitasi mental dan perilaku.
Bahan adiktif alinnyaadalah bahan lain bukan narkotika atau psiotropika yang penggunanya dapat menimbulkan ketergantungan.

Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian ataupun secara sintetis yang mengadung karbohidrat dengancara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi, maupun yang diproses dengan cara mencampur konsentrat dengan etanol atau dengan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol.

Narkoba diartikan sebagai kumpulan dari zat-zat dan obat-obatan terlarang. Narkoba juga disebut “narik korban banyak” (menurut Anggi Lestari, Amuntai) Mungkin benar juga dikatakan begitu, kita tahu tidak sedikit korban yang berjatuhan, yang meninggal, dirawat dan direhabilitasi. Tidak saja pemakai yang jadi korban tetapi orang lain juga kena imbasnya. Orang tua jadi malu, sedih. Masyarakat merasa terganggu. Korban tidak mengenal usia, jenis kelamin, golongan dan pekerjaan. Wajar kalau dikatakan narik korban banyak. Mati sia-sia. Memang matinya korban narkoba adalah sia-sia, tidak bermanfaat didunia dan di akherat sengsara. Mau ? Tentu saja kita semua tidak mau. Artinya janganlah mendeki narkoba apalagi mencobanya.  Sia-sia di dunia, artinya apa yang dikerjakan/jadi pecandu narkoba tidak ada manfaatnya bagi kesehatan bahkan akan merusak daya tahan tubuh. Banyak penyakit yang akan terjadi karena narkoba. Selain itu di masyarakat akan dicemooh karena bisa mengganggu ketentraman. Diakherat sengsara karena narkoba adalah barang atau zat yang diharamkan yang disamakan dengan khamar yang memabukkan. Sudah tentu apabila memakai/menggunakannya mendapat murka Tuhan (dalam agama Islam).

Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan NAPZA ?
NAPZA pada mulanya ditemukan dan dikembangkan untuk pengobatan dan penelitian. Tujuannya adalah untuk kebaikan manusia. Namun berbagai jenis obat tersebut kemudian disalahgunakan untuk mencari kenikmatan sementara atau mengatasi persoalan sementara.
Penyalahgunaan NAPZA adalah Pemakaian NAPZA yang bukan untuk tujuan pengobatan atau yang digunakan tanpa mengikuti aturan atau pengawasan dokter. Digunakan secara berkali-kali atau terus menerus.
Penyalahgunaan NAPZA menyebabkan ketagihan/kecanduan atau ketergantungan baik secara fisik/jasmani maupun mental emosional, bahkan menimbulkan gangguan fisik mental emosional dan fungsi sosial. Biasanya penyalahgunaan menghasilkan akibat yang serius, dan dalam beberapa kasus, bisa fatal atau mengakibatkan kematian dan tentunya kerugian sosial dan ekonomi yang luar biasa.

Kapan Narkoba itu ada ?
Berbicara kapan narkoba itu ada maka kita akan menelusuri sejarah awal adanya narkoba tersebut. Pada awalnya di Semeria kurang lebih tahun 2000 SM dikenal sari bunga opion atau kemudian dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga itu tumbuh subur di dataran tinggi pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India, Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya.
Penggunaan narkoba sebenarnya bertujuan untuk keperluan medis seperti penghilang rasa sakit,penyembuhan penyakit Asma dan TBC dan juga penelitian. Namun karena berbagai alasan maka terjadilah penyalahgunaan dan kemudian terus menerus sampaiterjadi ketergantungan atau kecanduan.


Apa yang dimaksud dengan remaja ?
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 s/d 24 th Namun jika pada usia remaja sudah menikah maka ia sudah tergolong dalam kelompok dewasa. Sebaliknya jika usia remaja sudah dilewati tapi masih tergantung pada orang tua maka ia masih digolongkan dalam kelompok remaja

Permasalahan apa yang di temui saat remaja ?
Jumlah penduduk usia 10 – 24 tahun yang besar ( 60 juta )
Masa transisi kehidupan ( youth five life transitions)
– Melanjutkan sekolah (Continue learning)
– Mencari pekerjaan (Star working)
– Memulai berkeluarga (Form families)
– Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)
– Mempraktikkan hidup sehat (practise healthy life)
Globalisasi liberalisasi norma sikap dan prilaku remaja
Resiko Triad ( Seksulitas, Narkoba, dan HIV / AIDS )

Mengapa sebagian besar pengguna adalah remaja ?
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan depkes pada tahun 2010 ternyata pengguna narkoba sebagian besar adalah remaja yaitu 80 % dari pengguna narkoba seluruhnya. Hal ini membuktikan bahwa remaja adalah sasaran yang nyata dan mudah terpengaruh oleh pengedfara narkoba. Mengapa demikian ?
Ketika anak memasuki usia remaja maka pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual dengan permasalahan-permasalahan yang begitu komplek.
Oleh sebab itu masa remaja merupakan tahap penting dalam siklus kehidupan manusia. Dikatakan penting karena merupakan peralihan dari masa anak yang sangat tergantung kepada orang lain ke masa dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab.
Di samping itu, masa ini juga mengandung reiko akibat suatu masa transisi yang selalu membawa ciri-ciri tertentu, yaitu kebimbangan, kebingungan dan gejolak remaja seperti masal;ah seks, kejiwaan dan tingkah laku eksprimental ( selalu ingin mencoba). Masalah-masalah inilah yang memungkinkan remaja mudah terjerumus sebagai penggunan narkoba.

Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab remaja menyalahgunakan Narkoba?
Faktor individu ;
– Ingin tahu rasanya atau ingin coba-coba
– Ingin diterima atau masuk kelompok tertentu
– Ingin menunjukkan kebebasan atau kedewasaan atau ikut mode
– Ingin memperoleh kenikmatan dari efek obat.
– Ingin menghilangkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang
dirasakan dan   percaya bahwa obat dapat mengatasi semua persoalan.
– Ingin mencapai ketenanganyang maksimal.
– Inginprotes atau menyatakan tidak puas.
– Puas terhadap system atau nilai sosial berlaku.
Faktor lingkungan :
– Tinggal dilingkunag peredaran atau pemakai Napza
– Bersekolah dilingkungan yang rawan penyalahgunaan obat.
– Bergaul dengan pengedar atau pemekai.
– Kurangnya kontrol sosial masyarakat terhadap penyalahgunaan
Napza.
– Meningkatnya mobilitas dan komunikasi.
– Peranan keluarga yang kurang harmonis
– Peranan pergaulan atau kelompoksebaya.

Tahapan Pengguna
Karena bermula dari rasa ingin tahu, senang-senang/hura- hura,
pemakai seringkali pada awalnya berpikiran bahwa kalau hanya
mencoba-coba saja tidak mungkin kecanduan atau ketagihan.
Kenyataannya, walaupun hanya coba-coba (experimental user)
derajat pemakaian tanpa disadari akan meningkat (intensive user),
dan pada akhirnya akan menjadi sangat tergantung pada obat tersebut
(compulsary user).

Tahap pemakai narkoba dapat dibedakan dalam:
a. Pemakai coba-coba
Biasanya untuk memenuhi rasa ingin tahu atau agar diakui oleh
kelompoknya.
b. Pemakai sosial/rekreasi
Biasanya untuk santai, umumnya dilakukan dalam kelompok.
c. Pemakai situasional
Biasanya untuk menghilangkan rasa ketegangan, kesedihan, atau
kekecewaan.
d. Pemakai ketergantungan
Biasanya sudah tidak dapat melalui hari tanpa mengkonsumsi
NAPZA.

Bagaimana peran remaja agar terhindar dari penyalahgunaan napza ?
Banyak yang bisa dilakukan remaja agar terhindar dari narkoba, seperti di bawah ini :
a. Jangan sekali-sekalimencoba Narkoba walaupun hanya sekali saja.
Jangan takut atau malu umtuk menolak terhadap orang yang
menawarkan Narkoba.
b. Membangun komunikasi atar anggota keluarga. Biasakanlah menjalin
komunikasi atar keluarga dan luangkan waktu walaupun sedikit
untuk berkumpul dengan keluarga.
c. Usahakan untuk belajar memecahkan masalah , jangan sekali-sekali
memekai Narkoba ketika mempunyai masalah.
d. Memakai narkoba samasekali tidak memecahkan masalah. Perkuat dan
perdalam agama dan iman.
e. Sering mendengarkan kampanye anti narkoba sehinggamengetahui hal
negatif yang ditimbulakan olleh narkoba.
f. Memperbanyak pengetahuan tentang Narkoba sehingga benar-benar
mengerti dampak buruk dan dapat berpikir lebih jernih untuk
mempergunakan Narkoba.

g. Berperan sertadalam menyebarkan informasi tentang dampak negatif
dari Narkoba.

Sumber :
Buletin Kabar Sehat Edisi 18 tahun 2010 Dinkes Kab.Hulu Sungai Utara.
www.keperawatankomunitas.blogspot.com
www.mahyuliansyah.blogspot.com’

 

Makalah ini dimuat ulang dari : http://keperawatankomunitas.blogspot.co.id/2011/04/narkoba-dan-remaja.html

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: