Pergerakan Bugar Dengan Jamu (Bude Jamu) Di Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2017

“Jamu adalah warisan nenek moyang dan minum jamu merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia. Ketika minum jamu menjadikan sesorang menjadi bugar maka hal ini menjadi luar biasa,” demikian disampaikan oleh Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Urara Bapak dr.H.Agus Fidliansyah dalam sambutannya ketika acara pembukaan Pertemuan Pergerakan Bugar Dengan Jamu (Bude Jamu) Di Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2017 pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2017 bertempat di Aula Dinkes Kab.Hulu Sungai Utara 1. Dalam kesempatan tersebut beliau juga menghimbau agar berhati-hati ketika minum jamu sekiranya ada zat kimia pembuat obat yang menyertai jamu tersebut dengan tanda-tanda kemungkinan proses penyembuhan yang sangat cepat/spontan.  Hal itu perlu diwaspadai karena jamu merupakan ramuan tradisional yang berasal dari nabati atau tumbuhan atau juga bisa berasal dari hewan dan dari mineral yang dalam penyembuhan perlu proses tidak spontan. Beliau berharap kepada semua peserta pertemuan  setelah selesai pertemuan supaya informasi yang didapat tentang budaya minum jamu disampaikan kepada masyarakat luas

Gerakan Nasional Bude Jamu adalah melestarikan budaya minum jamu untuk mendukung Indonesia Sehat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.Dengan adanya Gernas Bude Jamu diharapkan akan menjamin jamu yang bermutu, aman dan bermanfaat, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap jamu, menigkatkan daya saing pelaku usaha jamu.Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu dimulai pada Hari Kesehatan Nasional ke 50Tahun 2014 dengan ditandai minum jamu bersama di Monas Jakarta dan diresmikan Menko PMK pada Januari 2015.

Pada acara pembukaan Pertemuan Pergerakan Bugar Dengan Jamu (Bude Jamu) juga dilakukan acara minum jamu bersama yang telah disediakan salah seorang bibi penjual jamu di Kabupaten Hulu Sungai Utara Ibu Marinem berasal dari Gang Kelapa Jalan Tembus TVRI Sei Malang. Jamu yang disediakan adalah jamu Beras Kencur dan jamu Kunir Asem.

Peserta pertemuan terdiri dari kader kesehatan di wilayah kerja 13 UPT Puskesmas yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, petugas farmasi 13 UPT Puskesmas yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Peserta pertemuan berjumlah 40 orang. Sebagai narasumber Kabid Farmasi dan SDK Dinkes  Provinsi Kalimantan Selatan, Kasie Kefarmasian Dinkes Prov. Kalsel, Kabid Pelayanan dan SDK Dinkes Kab.Hulu Sungai Utara, Kasi Farmasi, Alkes dan PKRT Dinkes Kab.Hulu Sungai Utara.

Materi yang diberikan meliputi :

  1. Keamanan Jamu dan Bahan Berbahaya pada Obat Tradisional
  2. Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional Peberdayaan Masyarakat dengan Swamedikasi Jamu (BUDE JAMU)
  3. Pemilihan bahan baku jamu/Simplisia yang baik dan segar
  4. Pedoman Pembinaan Usaha di Bidang Obat Tradisional (Usaha Jamu Racikan dan Usaha Jamu Gendong).

 

 

 

 

 

 

by. Mar/Win/Dinkes

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: