Data dan Informasi Kesehatan

Seminar pembangunan oleh BPS Kab. HSU yang bertema “Peran penting data dan inovasi untuk pembangunan daerah” disana dijelaskan Keberhasilan pembagunan daerah diketahui dengan ketersediaan data, data tersebut dapat bersumber dari official statistics, yang dihasilkan oleh instansi pemerintah dan data penelitian, data yang berimbang dari kedua sumber tersbut sangatlah diperlukan, sehingga data menjadi data yang akurat, relevan dan akuntabel, yang bermanfaat untuk perumusan kebijakan daerah.Seminar dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2017 bertempat di Aula Gedung Agung Amuntai.Peserta berasal dari SKPD, Mahasiswa, Pelajar,Guru  dan Dosen.
Paparan yang menarik oleh Ibu Siti Mariyah, SST,MT terkait big data, apa itu big data ?  Big data adalah kumpulan data yang besar dan komplek yang tidak dapat dikelola dengan teknik konvensional , kemajuan data dinegara maju jauh berkembang pesat, karena data dikelola dengan  sistem komputerisasi, sehingga data lebih cepat dihasilkan. Di Indonesia, dibeberapa daerah seperti smart city Jakarta, Surabaya dan Bandung, dengan smart city, pemda setempat dapat mengetahui secara cepat permasalahan di daerahnya seperti transportasi, kesehatan, ekonomi (harga pangan) hingga bencana alam, sehingga pembuat kebijakan cepat merespon permasalahan didaerahnya. kebutuhan data sekarang ini menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat, karena masyarakat membutuhkn data yang cepat.

Pertanyaannya apa hubungan data dengan kesehatan ?

Data  sebagai hasil perhitungan dan pengukuran belum dapat berbicara banyak sebelum diolah lebih lanjut. Dalam pengelolaan inilah dikenal dengan istilah Manajemen Data. Pengertian manajemen dalam hal data itu bukanlah Istilah manajeman yang biasa dikenal dan yang sering digunakan  suatu organisasi yaitu  manajemen  yang terdiri dari unsur perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan  monitoring Evaluasi. Manajemen data yang dimaksud disini adalah kegiatan pengelolaan data.

Manajemen dalam pengertian Data (Manajenmen Data) adalah Rangkaian kegiatan pengelolaan data mulai dari kegiatan  pencatatan, pengumpulan, pengolahan, analisis data hingga menjadi suatu informasi.Untuk permaslahan kesehatan maka disebut informasi kesehatan.

World Health Organization (WHO) menilai bahwa investasi sistem informasi menghasilkan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Membantu pengambil keputusan untuk mendeteksi dan mengendalikan masalah kesehatan, memantau perkembangan dan meningkatkannya.
  • Pemberdayaan individu dan komunitas dengan cepat dan mudah dipahami  serta melakukan berbagai perbaikan  kualitas pelayanan kesehatan.
  • Penguatan evidence based dalam mengambilan kebijakan yang efektif, evaluasi, dan inovasi melalui penelitian.
  • Perbaikan dalam tata kelola, memobilisasi sumber baru  dan akuntabilitas cara yang digunakan.

Informasi kesehatan dapat dibagi menjadi lima domain yang berbeda, yaitu:

  1. Penentu Kesehatan, yang meliputi faktor risiko, perilaku, keturunan, lingkungan, sosial ekonomi dan demografi.
  2. Input sistem kesehatan, yang meliputi kebijakan, pembiayaan, sumber daya, dan organisasi.
  3. Output sistem kesehatan, meliputi informasi, kemampuan pelayanan dan kualitas.
  4. Hasil sistem kesehatan, meliputi pemanfaatan pelayanan.
  5. Status kesehatan meliputi angka kematian,kesakitan atau ketidakmampuan, dan kesejahteraan.

Jadi cukup jelas data hubungannya dengan kesehatan adalah sebagai suatu bentuk informasi yang akan dimanfaatkan sesuai dengan keperluannya dijadikan sebagai inovasi untuk menetukan kebijakan dibidang kesehatan.

 

 

 

 

 

 

Sumber : 1. kompasiana.com, 2. meymeyshaputri.blogspot.com/2013/05/sistem-informasi-kesehatan-dan_6153.html

by.Firman/dinkes

 

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: