PERTEMUAN PETUGAS KESEHATAN LINGKUNGAN KAB. HULU SUNGAI UTARA DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGAMANAN KUALITAS AIR, REFRESING PENGGUNAAN APLIKASI E-MONEV BERBASIS WEB DAN PENGGUNAAN SANITARIAN KIT

Masyarakat saat ini tidak lagi menjadi objek pembangunan, namun sebagai subjek pembangunan. Air minum dan Sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia. (ampl.or.id).

Dalam pertemuan Petugas Kesehatan lingkungan ini dalam sambutan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Hulu Sungai Utara dr. H. Agus Fidliansyah didampingi Kabid Kesmas, Eddy Handiannoor, S. Sos, yang sekaligus membuka acara juga mengatakan dan menghimbau bahwa kita mempunyai beban namun lebih tepatnya adalah sebuah tantangan yang harus kita atasi. Apa yang kita lakukan dengan 100-0-100 Universal Accsess 2019 yang dimaknai bahwa 100% masyarakat mendapatkan layanan air minum dan sanitasi layak.

Beliau juga mengatakan bahwa untuk peningkatan tersebut Sanitarian Kab. Hulu Sungai , untuk mengukur Parameter-parameter lingkungan.

Adanya Sinergitas lintas sektor dan pokja yang terkait perlu di Advokasi, seperti halnya telah dilakukan Lintas sektor dengan MUI Kab. HSU, dengan data yang jelas maka nantinya akan dapat membuahkan kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan ini juga Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kab. HSU, H. Febrianto Rahman, SKM, MS dalam penyampaian Materi STBM – Stunting juga menyampaikan bahwa

• Akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27%
(The Effect of Water and Sanitation on Child Health, International Journal of Epidemiology,2007)

Penelitian menunjukkan potensi stunting berkurang jika ada intervensi yang terfokus pada perubahan perilaku dalam sanitasi dan kebersihan (Interventions for Maternal and Child Undernutrition and Survival, Lancet 2008)
Keluarga mempunyai akses jamban dikaitkan dengan keluarga yang melakukan BABS mengurangi kemungkinan stunting sebesar 23-44% pada anak-anak usia 6-23 bulan

  • Perbaikan kondisi sanitasi menghemat pengeluaran Rp 40 trilyun (ESI.WSP 2007)
    Pengurangan belanja rumah tangga Rp 1.35 juta per KK/tahun
  • Pengurangan angka diare
    Peningkatan produktifitas
  • Sanitasi dan kebersihan lingkungan berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak, karena anak di bawah usia dua tahun rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit lingkungan tidak bersih memicu gangguan saluran pencernaan, yang membuat energi anak yang seharusnya digunakan untuk tumbuh, dialihkan untuk melawan infeksi.
  • Untuk memotong rantai sanitasi buruk dan mencegah stunting, ibu hamil dan anak harus hidup dalam lingkungan yang bersih, (tidak buang air besar sembarangan, serta cuci tangan pakai sabun).

Sanitasi dan kebersihan lingkungan berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak, karena anak di bawah usia dua tahun rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit.

lingkungan tidak bersih memicu gangguan saluran pencernaan, yang membuat energi anak yang seharusnya digunakan untuk tumbuh, dialihkan untuk melawan infeksi.

Untuk memotong rantai sanitasi buruk dan mencegah stunting, ibu hamil dan anak harus hidup dalam lingkungan yang bersih, tidak buang air besar sembarangan, serta cuci tangan pakai sabun.

Pertemuan ini diikuti oleh 26 orang dari 13 UPT Puskesmas se Kab. HSU.

Dengan Pembawa Materi

  • STBM – Stunting (Kasi Kesling, Kesjaor)
  • E-Monev Kesehatan Lingkungan (Rusdiani, SKM)
  • E-Monev HSV (Moh. Firza, SKM)
  • Refresing Penggunaan Sanitarian KIT

 

Sehat Dimulai Dari Saya

By. Mul

 

 

 

 

 

Author

Mulyadi

Pengelola Program Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: