Kilas Balik Mandala Waluya Mala Sirna HAKLI Edisi Pandemik

Permasalahan kompleks pun timbul seiring dengan terjadinya Pandemik Covid-19, mulai dari asfek sosial, ekonomi bahkan berdampak kepada nilai-nilai religi.

Demikian hal itu terjadi secara umum dibelahan bumi ini bahkan Indonesia pun secara khusus tidaklah lepas dari dampaknya.

Gugus Tugas dibentuk oleh pemerintah berjenjang dari Pusat sampai Kabupaten/Kota selutuh Indonesia untuk mencegah dan paling tidak mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 itu sendiri.

Hakli adalah salah satu Organisasi Profesi (OP) dari lima OP yang membuat Pernyataan bersama Organisasi Profesi pendukung upaya promotif dan preventif untuk menekan laju penularan virusCorona. Selain Hakli OP tersebut adalah PAKKI, PPPKMI, IAKMI, PAEI, IAGIKMI pada tanggal 31 Maret 2020 yang lalu, dengan memperhatikan bahwa upaya-upaya pencegahan dan penangananCOVID-19 yang dilakukan selama ini, termasuk kebijakan tetap tinggal di rumah (stay at home) dan jagajarak (physical distancing) belum dipatuhi oleh masyarakat dengan baik, maka dapat diperkirakanpertambahan kasus penularan COVID-19 masih akan berjalan secara eksponensial dan akan menyebar keseluruh Indonesia.

Dengan semangat dan semboyan Mandala Waluya Mala Sirna yang berarti Lingkungan yang sehat melenyapkan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Sanitarian yang sebagian besar adalah menjadi anggota Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Kab. Hulu Sungai Utara pada tanggal 14 April 2020 turun ke jalan dalam upaya preventif dan promotif dengan aplikasi kegiatan membagikan kurang lebih 400 buah masker kain bagi pedagang-pedagang dan masyarkat yang kebetulan berada dikerumunan pasar.

Dalam arahan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Hulu Sungai Utara kepada anggota HAKLI sebelum turun kejalan dalam kegiatan itu, dr. H. Agus Fidliansyah menekankan agar kiranya pedagang-pedagang makanan baik Jajanan atau yang sudah jadi supaya mendapatkan informasi tentang begitu pentingnya menjaga Personal Hygiene dan kebersihan makanan yang dijual berkaitan dengan Pandemik Covid-19 yang sedang terjadi, baik itu bagi diri sendiri ataupun orang lain. Dengan mematuhi Protokol kesehatan diantaranya memakai masker kalau keluar rumah.

Diluar Konsep Gugus Tugas, ternyata masyarakat adalah objek pertama dan terpenting dalam pencegahan dan penyebaran COVID-19 itu sendiri.

By. E’MoeL

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: