Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara

Tujuan         

Sejalan dengan visi dan misi pembangunan  kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara,  maka tujuan yang ingin dicapai di Tahun 2013 – 2017, yaitu :

    1. Menciptakan pelayanan kesehatan masyarakat yg berhasil guna, berdaya guna dan mutu optimal.
    2. Melakukan pemberdayaan masyarakat maupun keluarga dalam bidang kesehatan.
    3. Melaksanakan pemberantasan penyakit menular khususnya malaria, demam berdarah, TB Paru, ISPA, Diare, Fasciolopsis Buski, Kusta dan Surveilans Epidemilogi.
    4. Melaksanakan pencegahan penyakit melalui imunisasi dan penyehatan lingkungan pemukiman.
    5. Membangun dan memperbaiki sarana kesehatan, termasuk melengkapi dengan peralatan kesehatan standar.
    6. Menjamin ketersediaan  dan pemerataan sumber daya kesehatan.

Sasaran

Fokus prioritas pembangunan kesehatan yang merupakan sasaran strategis tahun 2013 – 2017 di Kabupaten Hulu Sungai Utara, adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan status kesehatan masyarakat terutama Kesehatan Ibu dan Anak, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :

    a. Menurunnya jumlah kematian ibu
    b. Menurunnya jumah kematian bayi
    c. Cakupan kunjungan Ibu hamil K4
    d. Cakupan komplikasi kebidanan yang  ditangani
    e. Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes yang memiliki kompetensi kebidanan
    f.  Cakupan pelayanan nifas
    g. Cakupan neonatus dengan komplikasi yg ditangani
    h. Cakupan kunjungan bayi
    i.  Cakupan pelayanan anak balita
    j.  Prosentase Puskesmas rawat inap yang mampu PONED
    k. Cakupan peserta KB aktif

  2. Peningkatan status gizi masyarakat, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Prosentase balita ditimbang berat badannya
    b. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
    c. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita
  3. Peningkatan pelayanan kesehatan penduduk miskin, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Cakupan pelayanan kesehatan masyarakat miskin
    b. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat
  4. Peningkatan jaminan kesehatan masyarakat Kab. HSU, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Prosentase kepesertaaan jaminan kesehatan masyarakat
  5. Peningkatan keamanan obat, makanan dan bahan berbahaya bagi kesehatan, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Prosentase industri rumah tangga yang dibina
    b. Prosentase apotik berizin
    c. Prosentase Toko obat berizin
  6. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Prosentase PHBS di rumah tangga
    b. Cakupan desa siaga aktif
  7. Penurunan angka kesakitan akibat penyakit menular dan tidak menular, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Cakupan penemuan & penanganan penderita penyakit, antara lain :
    §  AFP rate per 100.000 penduduk < 15 tahun
    §  Penemuan penderita pneumoni balita
    §  Penemuan pasien baru TB BTA positif
    §  Penderita DBD yang ditangani
    §  Penemuan penderita diare
    b. Cakupan Desa/ Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi  < 24 jam
  8. Peningkatan Imunisasi, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Cakupan Desa/Kelurahan UCI
    b. Cakupan bayi lima imunisasi lengkap
  9. Peningkatan samnitasi dan penyehatan lingkungan, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Prosentase penduduk yg memiliki akses air minum berkualitas
    b. Prosentase kualitas air minum yang memenuhi syarat
    c. Prosentase penduduk yang memiliki akses jamban keluaraga
  10. Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Rata -rata indek kepuasan masyarakat thd pelayanan di puskesmas
    b. Prosentase puskesmas ISO di kab. HSU
    c. Prosentase desa/kelurahan yang mempunyai poskesdes
    d. Cakupan Penjaringan kesehatan siswa SD & sederajat
  11. Pemenuhan dan pemerataan kebutuhan tenaga kesehatan serta peningkatan profesionalisme SDM Kesehatan, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Rasio dokter
    b. Rasio Perawat
    c. Rasio Bidan
    d. Prosentase puskesmas yang memiliki dokter
  12. Peningkatan secara bertahap penyediaan anggaran kesehatan spt yang diamanatkan UU Kesehatan no. 36 tahun 2009, yang ditandai oleh indikator dampak sebagai berikut :
    a. Prosentase anggaran kesehatan kab HSU